<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8953879920093783590</id><updated>2011-08-01T15:29:39.831-07:00</updated><category term='UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2009'/><title type='text'>Kharisma-Nusantara</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8953879920093783590/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>WIWIT</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02398617887850361927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_jIqKj8_Jkoo/Slw7KYqiyXI/AAAAAAAAAHo/11-4b0S0Ups/S220/4905_1163046032963_1132226646_496805_7396926_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8953879920093783590.post-8861973236880545960</id><published>2009-06-20T01:12:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T01:32:02.865-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2009'/><title type='text'>UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2009</title><content type='html'>&lt;style type="text/css"&gt;&lt;!--DIV {margin:0px;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;div style="font-family: times new roman,new york,times,serif; font-size: 12pt;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR 4 TAHUN 2009&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menimbang: &lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;bahwa mineral dan batubara yang terkandung dalam      wilayah hukum pertambangan Indonesia merupakan kekayaan alam tak      terbarukan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang mempunyai peranan      penting dalam memenuhi hajat hidup orang banyak, karena itu pengelolaannya      harus dikuasai oleh Negara untuk memberi nilai tambah secara nyata bagi      perekonomian nasional dalam usaha mencapai kemakmuran dan kesejahteraan      rakyat secara berkeadilan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;bahwa kegiatan usaha pertambangan mineral dan      batubara yang merupakan kegiatan usaha pertambangan di luar panas bumi,      minyak dan gas bumi serta air tanah mempunyai peranan penting dalam      memberikan nilai tambah secara nyata kepada pertumbuhan ekonomi nasional      dan pembangunan daerah secara berkelanjutan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;bahwa dengan mempertimbangkan perkembangan nasional      maupun internasional, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan      Pokok Pertambangan sudah tidak sesuai lagi sehingga dibutuhkan perubahan      peraturan perundang-undangan di bidang pertambangan mineral dan batubara      yang dapat mengelola dan mengusahakan potensi mineral dan batubara secara      mandiri, andal, transparan, berdaya saing, efisien, dan berwawasan      lingkungan, guna menjamin pembangunan nasional secara berkelanjutan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud      dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undang tentang      Pertambangan Mineral dan Batubara;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengingat:      Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 dan Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Dengan Persetujuan Bersama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menetapkan:  UNDANG-UNDANG TENTANG PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB I&lt;br /&gt;KETENTUAN UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 1&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan      kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau      batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan,      konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan      penjualan, serta kegiatan pasca tambang.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mineral adalah senyawa anorganik yang terbentuk di      alam, yang memiliki sifat fisik dan kimia tertentu serta susunan kristal      teratur atau gabungannya yang membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas      atau padu.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Batubara adalah endapan senyawa organik karbonan yang      terbentuk secara alamiah dari sisa tumbuh-tumbuhan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertambangan Mineral adalah pertambangan kumpulan      mineral yang berupa bijih atau batuan, di luar panas bumi, minyak dan gas      bumi, serta air tanah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertambangan Batubara adalah pertambangan endapan      karbon yang terdapat di dalam bumi, termasuk bitumen padat, gambut, dan      batuan aspal.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Usaha Pertambangan adalah kegiatan dalam rangka      pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi tahapan kegiatan      penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan,      pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta pasca tambang.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Izin Usaha Pertambangan&lt;/span&gt;,      yang selanjutnya disebut &lt;span style="color:red;"&gt;IUP&lt;/span&gt;, adalah izin      untuk melaksanakan usaha pertambangan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;IUP Eksplorasi adalah izin usaha yang diberikan untuk      melakukan tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi      kelayakan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;IUP Operasi Produksi adalah izin usaha yang diberikan      setelah selesai pelaksanaan IUP Eksplorasi untuk melakukan tahapan      kegiatan operasi produksi.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Izin Pertambangan Rakyat&lt;/span&gt;,      yang selanjutnya disebut &lt;span style="color:red;"&gt;IPR&lt;/span&gt;, adalah izin      untuk melaksanakan usaha pertambangan dalam wilayah pertambangan rakyat      dengan luas wilayah dan investasi terbatas.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Izin Usaha Pertambangan      Khusus&lt;/span&gt;, yang selanjutnya disebut dengan &lt;span style="color:red;"&gt;IUPK&lt;/span&gt;,      adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan di wilayah izin usaha      pertambangan khusus.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;IUPK Eksplorasi adalah izin usaha yang diberikan      untuk melakukan tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi      kelayakan di wilayah izin usaha pertambangan khusus.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;IUPK Operasi Produksi adalah izin usaha yang      diberikan setelah selesai pelaksanaan IUPK Eksplorasi untuk melakukan      tahapan kegiatan operasi produksi di wilayah izin usaha pertambangan      khusus.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penyelidikan Umum adalah tahapan kegiatan      pertambangan untuk mengetahui kondisi geologi regional dan indikasi adanya      mineralisasi.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Eksplorasi adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan      untuk memperoleh informasi secara terperinci dan teliti tentang lokasi,      bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumber daya terukur dari bahan      galian, serta informasi mengenai lingkungan sosial dan lingkungan hidup.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Studi Kelayakan adalah tahapan kegiatan usaha      pertambangan untuk memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang      berkaitan untuk menentukan kelayakan ekonomis dan teknis usaha      pertambangan, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan serta      perencanaan pasca tambang .&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Operasi Produksi adalah tahapan kegiatan usaha      pertambangan yang meliputi konstruksi, penambangan, pengolahan, pemurnian,      termasuk pengangkutan dan penjualan, serta sarana pengendalian dampak      lingkungan sesuai dengan hasil studi kelayakan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Konstruksi adalah kegiatan usaha pertambangan untuk      melakukan pembangunan seluruh fasilitas operasi produksi, termasuk      pengendalian dampak lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penambangan adalah bagian kegiatan usaha pertambangan      untuk memproduksi mineral dan/atau batubara dan mineral ikutannya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengolahan dan Pemurnian adalah kegiatan usaha      pertambangan untuk meningkatkan mutu mineral dan/atau batubara serta untuk      memanfaatkan dan memperoleh mineral ikutan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengangkutan adalah kegiatan usaha pertambangan untuk      memindahkan mineral dan/atau batubara dari daerah tambang dan atau tempat      pengolahan dan pemurnian sampai tempat penyerahan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penjualan adalah kegiatan usaha pertambangan untuk      menjual hasil pertambangan mineral atau batubara.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Badan Usaha adalah setiap badan hukum yang bergerak      di bidang pertambangan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan dalam wilayah      Negara Kesatuan Republik Indonesia .&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jasa Pertambangan adalah jasa penunjang yang      berkaitan dengan kegiatan usaha pertambangan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang selanjutnya      disebut amdal, adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha      dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan      bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau      kegiatan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang      tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki      kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai      peruntukannya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan pasca tambang , yang selanjutnya disebut pasca      tambang , adalah kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut setelah      akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan      fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut kondisi lokal di seluruh      wilayah penambangan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemberdayaan Masyarakat adalah usaha untuk      meningkatkan kemampuan masyarakat, baik secara individual maupun kolektif,      agar menjadi lebih baik tingkat kehidupannya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wilayah Pertambangan, yang selanjutnya disebut WP,      adalah wilayah yang memiliki potensi mineral dan/atau batubara dan tidak      terikat dengan batasan administrasi pemerintahan yang merupakan bagian      dari tata ruang nasional.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wilayah Usaha Pertambangan, yang selanjutnya disebut      WUP, adalah bagian dari WP yang telah memiliki ketersediaan data, potensi,      dan/atau informasi geologi.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wilayah Izin Usaha Pertambangan, yang selanjutnya      disebut WIUP, adalah wilayah yang diberikan kepada pemegang IUP.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wilayah Pertambangan Rakyat, yang selanjutnya disebut      WPR, adalah bagian dari WP tempat dilakukan kegiatan usaha pertambangan      rakyat.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wilayah Pencadangan Negara, yang selanjutnya disebut      WPN, adalah bagian dari WP yang dicadangkan untuk kepentingan strategis      nasional.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wilayah Usaha Pertambangan Khusus yang selanjutnya      disebut WUPK, adalah bagian dari WPN yang dapat diusahakan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus dalam WUPK,      yang selanjutnya disebut WIUPK, adalah wilayah yang diberikan kepada      pemegang IUPK.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Pusat, yang selanjutnya disebut      Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia       yang memegang kekuasaan Pemerintahan Negara Republik Indonesia       sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia      Tahun 1945.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati atau      walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan      daerah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan      pemerintahan di bidang pertambangan mineral dan batubara.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB II&lt;br /&gt;ASAS DAN TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pertambangan mineral dan/atau batubara dikelola berasaskan:&lt;br /&gt;a. manfaat, keadilan, dan keseimbangan;&lt;br /&gt;b. keberpihakan kepada kepentingan bangsa;&lt;br /&gt;c. partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas;&lt;br /&gt;d. berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 3&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam rangka mendukung pembangunan nasional yang berkesinambungan, tujuan pengelolaan mineral dan batubara adalah:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;menjamin efektivitas pelaksanaan dan pengendalian      kegiatan usaha pertambangan secara berdaya guna, berhasil guna, dan      berdaya saing;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;menjamin manfaat pertambangan mineral dan batubara      secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan hidup;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;menjamin tersedianya mineral dan batubara sebagai      bahan baku       dan/atau sebagai sumber energi untuk kebutuhan dalam negeri;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;mendukung dan menumbuhkembangkan kemampuan nasional      agar lebih mampu bersaing di tingkat nasional, regional, dan      internasional;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, daerah, dan      negara, serta menciptakan lapangan kerja untuk sebesar-besar kesejahteraan      rakyat; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;menjamin kepastian hukum dalam penyelenggaraan      kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENGUASAAN MINERAL DAN BATUBARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mineral dan batubara sebagai sumber daya alam yang tak terbarukan merupakan kekayaan nasional yang dikuasai oleh negara untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penguasaan mineral dan batubara oleh negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 5&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk kepentingan nasional, Pemerintah setelah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia  dapat menetapkan kebijakan pengutamaan mineral dan/atau batubara untuk kepentingan dalam negeri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kepentingan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dengan pengendalian produksi dan ekspor.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam melaksanakan pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menetapkan jumlah produksi tiap-tiap komoditas per tahun setiap provinsi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemerintah daerah wajib mematuhi ketentuan jumlah yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (3).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(5)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pengutamaan mineral dan/atau batubara untuk kepentingan dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan pengendalian produksi dan ekspor sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB IV&lt;br /&gt;KEWENANGAN PENGELOLAAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kewenangan Pemerintah dalam pengelolaan pertambangan mineral dan batubara, antara lain, adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penetapan kebijakan nasional;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pembuatan peraturan perundang-undangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penetapan standar nasional, pedoman, dan kriteria;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penetapan sistem perizinan pertambangan mineral dan batubara nasional;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penetapan WP yang dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pemberian IUP, pembinaan, penyelesaian konflik masyarakat, dan pengawasan usaha pertambangan yang berada pada lintas wilayah provinsi dan/atau wilayah laut lebih dari 12 (dua belas) mil dari garis pantai;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="7" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemberian IUP, pembinaan, penyelesaian konflik      masyarakat, dan pengawasan usaha pertambangan yang lokasi penambangannya      berada pada lintas wilayah provinsi dan/atau wilayah laut lebih dari 12      (dua belas) mil dari garis pantai;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemberian IUP, pembinaan, penyelesaian konflik      masyarakat, dan pengawasan usaha pertambangan operasi produksi yang      berdampak lingkungan langsung lintas provinsi dan/atau dalam wilayah laut      lebih dari 12 (dua belas) mil dari garis pantai;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemberian IUPK Eksplorasi dan IUPK Operasi Produksi;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengevaluasian IUP Operasi Produksi, yang dikeluarkan      oleh pemerintah daerah, yang telah menimbulkan kerusakan lingkungan serta      yang tidak menerapkan kaidah pertambangan yang baik;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penetapan kebijakan produksi, pemasaran, pemanfaatan,      dan konservasi;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penetapan kebijakan kerja sama, kemitraan, dan      pemberdayaan masyarakat;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;perumusan dan penetapan penerimaan negara bukan pajak      dari hasil usaha pertambangan mineral dan batubara;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pengelolaan      pertambangan mineral dan batubara yang dilaksanakan oleh pemerintah      daerah;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pembinaan dan pengawasan penyusunan peraturan daerah      di bidang pertambangan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penginventarisasian, penyelidikan, dan penelitian      serta eksplorasi dalam rangka memperoleh data dan informasi mineral dan      batubara sebagai bahan penyusunan WUP dan WPN;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengelolaan informasi geologi, informasi potensi      sumber daya mineral dan batubara, serta informasi pertambangan pada      tingkat nasional;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pembinaan dan pengawasan terhadap reklamasi lahan pasca      tambang ;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penyusunan neraca sumber daya mineral dan batubara      tingkat nasional;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengembangan dan peningkatan nilai tambah kegiatan      usaha pertambangan; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;peningkatan kemampuan aparatur Pemerintah, pemerintah      provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pengelolaan      usaha pertambangan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kewenangan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 7&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kewenangan pemerintah provinsi dalam pengelolaan pertambangan mineral dan batubara, antara lain, adalah:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pembuatan peraturan perundang-undangan daerah;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemberian IUP, pembinaan, penyelesaian konflik      masyarakat dan pengawasan usaha pertambangan pada lintas wilayah      kabupaten/kota dan/atau wilayah laut 4 (empat) mil sampai dengan 12 (dua      belas) mil;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemberian IUP, pembinaan, penyelesaian konflik      masyarakat dan pengawasan usaha pertambangan operasi produksi yang      kegiatannya berada pada lintas wilayah kabupaten/kota dan/atau wilayah      laut 4 (empat) mil sampai dengan 12 (dua belas) mil;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemberian IUP, pembinaan, penyelesaian konflik      masyarakat dan pengawasan usaha pertambangan yang berdampak lingkungan      langsung lintas kabupaten/kota dan/atau wilayah laut 4 (empat) mil sampai      dengan 12 (dua belas) mil;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penginventarisasian, penyelidikan dan penelitian      serta eksplorasi dalam rangka memperoleh data dan informasi mineral dan      batubara sesuai dengan kewenangannya;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengelolaan informasi geologi, informasi potensi      sumber daya mineral dan batubara, serta informasi pertambangan pada      daerah/wilayah provinsi;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penyusunan neraca sumber daya mineral dan batubara      pada daerah/wilayah provinsi;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengembangan dan peningkatan nilai tambah kegiatan      usaha pertambangan di provinsi;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengembangan dan peningkatan peran serta masyarakat      dalam usaha pertambangan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengoordinasian perizinan dan pengawasan penggunaan      bahan peledak di wilayah tambang sesuai dengan kewenangannya;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penyampaian informasi hasil inventarisasi,      penyelidikan umum, dan penelitian serta eksplorasi kepada Menteri dan      bupati/walikota;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penyampaian informasi hasil produksi, penjualan dalam      negeri, serta ekspor kepada Menteri dan bupati/walikota;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pembinaan dan pengawasan terhadap reklamasi lahan pasca      tambang ; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;peningkatan kemampuan aparatur pemerintah provinsi      dan pemerintah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pengelolaan usaha      pertambangan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kewenangan pemerintah provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 8&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kewenangan pemerintah kabupaten/kota dalam pengelolaan pertambangan mineral dan batubara, antara lain, adalah:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pembuatan peraturan perundang-undangan daerah;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemberian IUP dan IPR, pembinaan, penyelesaian      konflik masyarakat, dan pengawasan usaha pertambangan di wilayah      kabupaten/kota dan/atau wilayah laut sampai dengan 4 (empat) mil;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemberian IUP dan IPR, pembinaan, penyelesaian      konflik masyarakat dan pengawasan usaha pertambangan operasi produksi yang      kegiatannya berada di wilayah kabupaten/kota dan/atau wilayah laut sampai      dengan 4 (empat) mil;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penginventarisasian, penyelidikan dan penelitian,      serta eksplorasi dalam rangka memperoleh data dan informasi mineral dan      batubara;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengelolaan informasi geologi, informasi potensi      mineral dan batubara, serta informasi pertambangan pada wilayah      kabupaten/kota;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penyusunan neraca sumber daya mineral dan batubara      pada wilayah kabupaten/kota;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengembangan dan pemberdayaan masyarakat setempat      dalam usaha pertambangan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengembangan dan peningkatan nilai tambah dan manfaat      kegiatan usaha pertambangan secara optimal;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penyampaian informasi hasil inventarisasi,      penyelidikan umum, dan penelitian, serta eksplorasi dan eksploitasi kepada      Menteri dan gubernur;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penyampaian informasi hasil produksi, penjualan dalam      negeri, serta ekspor kepada Menteri dan gubernur;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pembinaan dan pengawasan terhadap reklamasi lahan pasca      tambang ; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;peningkatan kemampuan aparatur pemerintah kabupaten/kota      dalam penyelenggaraan pengelolaan usaha pertambangan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kewenangan pemerintah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB V&lt;br /&gt;WILAYAH PERTAMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Umum&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;WP sebagai bagian dari tata ruang nasional merupakan landasan bagi penetapan kegiatan pertambangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;WP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Pemerintah setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 10&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penetapan WP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) dilaksanakan:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;secara transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;secara terpadu dengan memperhatikan pendapat dari instansi pemerintah terkait, masyarakat, dan dengan mempertimbangkan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial budaya, serta berwawasan lingkungan; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;dengan memperhatikan aspirasi daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 11&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemerintah dan pemerintah daerah wajib melakukan penyelidikan dan penelitian pertambangan dalam rangka penyiapan WP.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 12&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai batas, luas, dan mekanisme penetapan WP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Pasal 10, dan Pasal 11 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 13&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;WP terdiri atas:&lt;br /&gt;a. WUP;&lt;br /&gt;b. WPR; dan&lt;br /&gt;c. WPN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Wilayah Usaha Pertambangan&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penetapan WUP dilakukan oleh Pemerintah setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan disampaikan secara tertulis kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan pemerintah daerah yang bersangkutan berdasarkan data dan informasi yang dimiliki Pemerintah dan pemerintah daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 15&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemerintah dapat melimpahkan sebagian kewenangannya dalam penetapan WUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) kepada pemerintah provinsi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 16&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Satu WUP terdiri atas 1 (satu) atau beberapa WIUP yang berada pada lintas wilayah provinsi, lintas wilayah kabupaten/kota, dan/atau dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 17&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Luas dan batas WIUP mineral logam dan batubara ditetapkan oleh Pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah daerah berdasarkan kriteria yang dimiliki oleh Pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 18&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kriteria untuk menetapkan 1 (satu) atau beberapa WIUP dalam 1 (satu) WUP adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;a. letak geografis;&lt;br /&gt;b. kaidah konservasi;&lt;br /&gt;c. daya dukung lindungan lingkungan;&lt;br /&gt;d. optimalisasi sumber daya mineral dan/atau batubara; dan&lt;br /&gt;e. tingkat kepadatan penduduk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 19&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penetapan batas dan luas WIUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;Wilayah Pertambangan Rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Kegiatan pertambangan rakyat dilaksanakan dalam suatu WPR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 21&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;WPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ditetapkan oleh bupati/walikota setelah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 22&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kriteria untuk menetapkan WPR adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;mempunyai cadangan mineral sekunder yang terdapat di      sungai dan/atau di antara tepi dan tepi sungai;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;mempunyai cadangan primer logam atau batubara dengan      kedalaman maksimal 25 (dua puluh lima )      meter;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;endapan teras, dataran banjir, dan endapan sungai      purba;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;luas maksimal wilayah pertambangan rakyat adalah 25      (dua puluh lima )      hektare;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;menyebutkan jenis komoditas yang akan ditambang;      dan/atau&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;merupakan wilayah atau tempat kegiatan tambang rakyat      yang sudah dikerjakan sekurang-kurangnya 15 ( lima belas) tahun.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 23&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Dalam menetapkan WPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, bupati/walikota berkewajiban melakukan pengumuman mengenai rencana WPR kepada masyarakat secara terbuka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 24&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Wilayah atau tempat kegiatan tambang rakyat yang sudah dikerjakan tetapi belum ditetapkan sebagai WPR diprioritaskan untuk ditetapkan sebagai WPR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 25&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman, prosedur, dan penetapan WPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dan Pasal 23 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 26&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan mekanisme penetapan WPR, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 dan Pasal 23 diatur dengan peraturan daerah kabupaten/kota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;Wilayah Pencadangan Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk kepentingan strategis nasional, Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan dengan memperhatikan aspirasi daerah menetapkan WPN sebagai daerah yang dicadangkan untuk komoditas tertentu dan daerah konservasi dalam rangka menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;WPN yang ditetapkan untuk komoditas tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diusahakan sebagian luas wilayahnya dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;WPN yang ditetapkan untuk konservasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan batasan waktu dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Wilayah yang akan diusahakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) berubah statusnya menjadi WUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 28&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Perubahan status WPN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) menjadi WUPK dapat dilakukan dengan mempertimbangkan:&lt;br /&gt;a. pemenuhan bahan baku industri dan energi dalam negeri;&lt;br /&gt;b. sumber devisa negara;&lt;br /&gt;c. kondisi wilayah didasarkan pada keterbatasan sarana dan prasarana;&lt;br /&gt;d. berpotensi untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi;&lt;br /&gt;e. daya dukung lingkungan; dan/atau&lt;br /&gt;f. penggunaan teknologi tinggi dan modal investasi yang besar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 29&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;WUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) yang akan diusahakan ditetapkan oleh Pemerintah setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan di WUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 30&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Satu WUPK terdiri atas 1 (satu) atau beberapa WIUPK yang berada pada lintas wilayah provinsi, lintas wilayah kabupaten/kota, dan/atau dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 31&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Luas dan batas WIUPK mineral logam dan batubara ditetapkan oleh Pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah daerah berdasarkan kriteria dan informasi yang dimiliki oleh Pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 32&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kriteria untuk menetapkan 1 (satu) atau beberapa WIUPK dalam 1 (satu) WUPK adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;letak      geografis;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;kaidah      konservasi;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;daya      dukung lindungan lingkungan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;optimalisasi      sumber daya mineral dan/atau batubara; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;tingkat      kepadatan penduduk.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 33&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penetapan luas dan batas WIUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 dan Pasal 32 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB VI&lt;br /&gt;USAHA PERTAMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Usaha pertambangan dikelompokkan atas:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;pertambangan      mineral; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;pertambangan      batubara.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Pertambangan mineral sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a digolongkan atas:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;pertambangan      mineral radioaktif;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;pertambangan      mineral logam;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;pertambangan      mineral bukan logam; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;pertambangan      batuan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai penetapan suatu komoditas tambang ke dalam suatu golongan pertambangan mineral sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 35&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Usaha pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 dilaksanakan dalam bentuk:&lt;br /&gt;a. IUP;&lt;br /&gt;b. IPR; dan&lt;br /&gt;c. IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB VII&lt;br /&gt;IZIN USAHA PERTAMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) IUP terdiri atas dua tahap:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;IUP Eksplorasi meliputi kegiatan penyelidikan umum,      eksplorasi, dan studi kelayakan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;IUP Operasi Produksi meliputi kegiatan konstruksi,      penambangan, pengolahan dan pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP Eksplorasi dan pemegang IUP Operasi Produksi dapat melakukan sebagian atau seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 37&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;IUP diberikan oleh:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;bupati/walikota apabila WIUP berada di dalam satu wilayah kabupaten/kota;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;gubernur apabila WIUP berada pada lintas wilayah kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi setelah mendapatkan rekomendasi dari bupati/walikota setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri apabila WIUP berada pada lintas wilayah provinsi setelah mendapatkan rekomendasi dari gubernur dan bupati/walikota setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 38&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;IUP diberikan kepada:&lt;br /&gt;a. badan usaha;&lt;br /&gt;b. koperasi; dan&lt;br /&gt;c. perseorangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 39&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf a wajib memuat ketentuan sekurang-kurangnya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;a. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nama perusahaan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;lokasi dan luas wilayah;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;rencana umum tata ruang;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jaminan kesungguhan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;modal investasi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;perpanjangan waktu tahap kegiatan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;hak dan kewajiban pemegang IUP;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jangka waktu berlakunya tahap kegiatan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jenis usaha yang diberikan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;rencana pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;k.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;perpajakan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;l.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penyelesaian perselisihan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;m.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;iuran tetap dan iuran eksplorasi; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;n.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;amdal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(2) IUP Operasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf b wajib memuat ketentuan sekurang-kurangnya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;nama perusahaan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;luas wilayah;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;lokasi penambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;lokasi pengolahan dan pemurnian;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pengangkutan dan penjualan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;modal investasi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jangka waktu berlakunya IUP;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jangka waktu tahap kegiatan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penyelesaian masalah pertanahan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;lingkungan hidup termasuk reklamasi dan pasca tambang ;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;k.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;dana jaminan reklamasi dan pasca tambang ;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;l.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;perpanjangan IUP;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;m.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;hak dan kewajiban pemegang IUP;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;n.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;rencana pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;o.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;perpajakan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;p.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penerimaan negara bukan pajak yang terdiri atas iuran tetap dan iuran produksi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;q.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penyelesaian perselisihan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;r.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;keselamatan dan kesehatan kerja;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;s.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;konservasi mineral atau batubara;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;t.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pemanfaatan barang, jasa, dan teknologi dalam negeri;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;u.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penerapan kaidah keekonomian dan keteknikan pertambangan yang baik;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;v.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pengembangan tenaga kerja Indonesia ;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;w.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pengelolaan data mineral atau batubara; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;x.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penguasaan, pengembangan, dan penerapan teknologi pertambangan mineral atau batubara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 40&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) diberikan untuk 1 (satu) jenis mineral atau batubara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang menemukan mineral lain di dalam WIUP yang dikelola diberikan prioritas untuk mengusahakannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP yang bermaksud mengusahakan mineral lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2), wajib mengajukan permohonan IUP baru kepada Menteri, gubernur, dan bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat menyatakan tidak berminat untuk mengusahakan mineral lain yang ditemukan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(5)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP yang tidak berminat untuk mengusahakan mineral lain yang ditemukan sebagaimana dimaksud pada ayat (4), wajib menjaga mineral lain tersebut agar tidak dimanfaatkan pihak lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(6)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP untuk mineral lain sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dapat diberikan kepada pihak lain oleh Menteri, gubernur, dan bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 41&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;IUP tidak dapat digunakan selain yang dimaksud dalam pemberian IUP.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;IUP Eksplorasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Eksplorasi untuk pertambangan mineral logam dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama 8 (delapan) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Eksplorasi untuk pertambangan mineral bukan logam dapat diberikan paling lama dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan mineral bukan logam jenis tertentu dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Eksplorasi untuk pertambangan batuan dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Eksplorasi untuk pertambangan batubara dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 43&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal kegiatan eksplorasi dan kegiatan studi kelayakan, pemegang IUP Eksplorasi yang mendapatkan mineral atau batubara yang tergali wajib melaporkan kepada pemberi IUP.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP Eksplorasi yang ingin menjual mineral atau batubara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mengajukan izin sementara untuk melakukan pengangkutan dan penjualan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 44&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Izin sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (2) diberikan oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 45&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Mineral atau batubara yang tergali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 dikenai iuran produksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;IUP Operasi Produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 46&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap pemegang IUP Eksplorasi dijamin untuk memperoleh IUP Operasi Produksi sebagai kelanjutan kegiatan usaha pertambangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Operasi Produksi dapat diberikan kepada badan usaha, koperasi, atau perseorangan atas hasil pelelangan WIUP mineral logam atau batubara yang telah mempunyai data hasil kajian studi kelayakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 47&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Operasi Produksi untuk pertambangan mineral logam dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama 20 (dua puluh) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 10 (sepuluh) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Operasi Produksi untuk pertambangan mineral bukan logam dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 5 ( lima ) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Operasi Produksi untuk pertambangan mineral bukan logam jenis tertentu dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama 20 (dua puluh) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 10 (sepuluh) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Operasi Produksi untuk pertambangan batuan dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama 5 ( lima ) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 5 ( lima ) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(5)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP Operasi Produksi untuk Pertambangan batubara dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama 20 (dua puluh) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 10 (sepuluh) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 48&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;IUP Operasi Produksi diberikan oleh:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;bupati/walikota apabila lokasi penambangan, lokasi pengolahan dan pemurnian, serta pelabuhan berada di dalam satu wilayah kabupaten/kota;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;gubernur apabila lokasi penambangan, lokasi pengolahan dan pemurnian, serta pelabuhan berada di dalam wilayah kabupaten/kota yang berbeda setelah mendapatkan rekomendasi dari bupati/walikota setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri apabila lokasi penambangan, lokasi pengolahan dan pemurnian, serta pelabuhan berada di dalam wilayah provinsi yang berbeda setelah mendapatkan rekomendasi dari gubernur dan bupati/walikota setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 49&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian IUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 dan IUP Operasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;Pertambangan Mineral&lt;br /&gt;Paragraf 1&lt;br /&gt;Pertambangan Mineral Radioaktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 50&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;WUP mineral radioaktif ditetapkan oleh Pemerintah dan pengusahaannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Paragraf 2&lt;br /&gt;Pertambangan Mineral Logam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 51&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;WIUP mineral logam diberikan kepada badan usaha, koperasi, dan perseorangan dengan cara lelang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 52&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP Eksplorasi mineral logam diberi WIUP dengan luas paling sedikit 5.000 ( lima  ribu) hektare dan paling banyak 100.000 (seratus ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada wilayah yang telah diberikan IUP Eksplorasi mineral logam dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk mengusahakan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan setelah mempertimbangkan pendapat dari pemegang IUP pertama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 53&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP Operasi Produksi mineral logam diberi WIUP dengan luas paling banyak 25.000 (dua puluh lima  ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Paragraf 3&lt;br /&gt;Pertambangan Mineral Bukan Logam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 54&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;WIUP mineral bukan logam diberikan kepada badan usaha, koperasi, dan perseorangan dengan cara permohonan wilayah kepada pemberi izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 55&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP Eksplorasi mineral bukan logam diberi WIUP dengan luas paling sedikit 500 ( lima ratus) hektare dan paling banyak 25.000 (dua puluh lima ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada wilayah yang telah diberikan IUP Eksplorasi mineral bukan logam dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk mengusahakan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan setelah mempertimbangkan pendapat dari pemegang IUP pertama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 56&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP Operasi Produksi mineral bukan logam diberi WIUP dengan luas paling banyak 5.000 ( lima  ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Paragraf 4&lt;br /&gt;Pertambangan Batuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 57&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;WIUP batuan diberikan kepada badan usaha, koperasi, dan perseorangan dengan cara permohonan wilayah kepada pemberi izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 58&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP Eksplorasi batuan diberi WIUP dengan luas paling sedikit 5 ( lima ) hektare dan paling banyak 5.000 ( lima  ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada wilayah yang telah diberikan IUP Eksplorasi batuan dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk mengusahakan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan setelah mempertimbangkan pendapat dari pemegang IUP pertama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 59&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP Operasi Produksi batuan diberi WIUP dengan luas paling banyak l.000 (seribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Bagian Kelima&lt;br /&gt;Pertambangan Batubara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 60&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;WIUP batubara diberikan kepada badan usaha, koperasi, dan perseorangan dengan cara lelang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 61&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP Eksplorasi Batubara diberi WIUP dengan luas paling sedikit 5.000 ( lima ribu) hektare dan paling banyak 50.000 ( lima  puluh ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada wilayah yang telah diberikan IUP Eksplorasi batubara dapat diberikan IUP kepada pihak lain untuk mengusahakan mineral lain yang keterdapatannya berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan setelah mempertimbangkan pendapat dari pemegang IUP pertama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 62&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP Operasi Produksi batubara diberi WIUP dengan luas paling banyak 15.000 ( lima belas ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 63&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara memperoleh WIUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51, Pasal 54, Pasal 57, dan Pasal 60 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;PERSYARATAN PERIZINAN USAHA PERTAMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 64&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban mengumumkan rencana kegiatan usaha pertambangan di WIUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 serta memberikan IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 kepada masyarakat secara terbuka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 65&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Badan usaha, koperasi, dan perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51, Pasal 54, Pasal 57, dan Pasal 60 yang melakukan usaha pertambangan wajib memenuhi persyaratan administratif, persyaratan teknis, persyaratan lingkungan, dan persyaratan finansial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan administratif, persyaratan teknis, persyaratan lingkungan, dan persyaratan finansial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB IX&lt;br /&gt;IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 66&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan pertambangan rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dikelompokkan sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;a. pertambangan mineral logam;&lt;br /&gt;b. pertambangan mineral bukan logam;&lt;br /&gt;c. pertambangan batuan; dan/atau&lt;br /&gt;d. pertambangan batubara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 67&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bupati/walikota memberikan IPR terutama kepada penduduk setempat, baik perseorangan maupun kelompok masyarakat dan/atau koperasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bupati/walikota dapat melimpahkan kewenangan pelaksanaan pemberian IPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada camat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk memperoleh IPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pemohon wajib menyampaikan surat  permohonan kepada bupati/walikota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 68&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(1) Luas wilayah untuk 1 (satu) IPR yang dapat diberikan kepada:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;a. perseorangan paling banyak 1 (satu) hektare;&lt;br /&gt;b. kelompok masyarakat paling banyak 5 ( lima ) hektare; dan/atau&lt;br /&gt;c. koperasi paling banyak 10 (sepuluh) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(2) IPR diberikan untuk jangka waktu paling lama 5 ( lima ) tahun dan dapat diperpanjang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 69&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pemegang IPR berhak:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;mendapat pembinaan dan pengawasan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan, teknis pertambangan, dan manajemen dari Pemerintah dan/atau pemerintah daerah; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;mendapat bantuan modal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 70&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pemegang IPR wajib:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;melakukan kegiatan penambangan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah IPR diterbitkan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan, pengelolaan lingkungan, dan memenuhi standar yang berlaku;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;mengelola lingkungan hidup bersama pemerintah daerah;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;membayar iuran tetap dan iuran produksi; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan rakyat secara berkala kepada pemberi IPR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 71&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Selain kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70, pemegang IPR dalam melakukan kegiatan pertambangan rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 wajib menaati ketentuan persyaratan teknis pertambangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan teknis pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 72&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian IPR diatur dengan peraturan daerah kabupaten/kota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 73&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemerintah kabupaten/kota melaksanakan pembinaan di bidang pengusahaan, teknologi pertambangan, serta permodalan dan pemasaran dalam usaha meningkatkan kemampuan usaha pertambangan rakyat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab terhadap pengamanan teknis pada usaha pertambangan rakyat yang meliputi:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;a. keselamatan dan kesehatan kerja;&lt;br /&gt;b. pengelolaan lingkungan hidup; dan&lt;br /&gt;c. pasca tambang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk melaksanakan pengamanan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2), pemerintah kabupaten/kota wajib mengangkat pejabat fungsional inspektur tambang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemerintah kabupaten/kota wajib mencatat hasil produksi dari seluruh kegiatan usaha pertambangan rakyat yang berada dalam wilayahnya dan melaporkannya secara berkala kepada Menteri dan gubernur setempat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB X&lt;br /&gt;IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 74&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUPK diberikan oleh Menteri dengan memperhatikan kepentingan daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan untuk 1 (satu) jenis mineral logam atau batubara dalam 1 (satu) WIUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang menemukan mineral lain di dalam WIUPK yang dikelola diberikan prioritas untuk mengusahakannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUPK yang bermaksud mengusahakan mineral lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2), wajib mengajukan permohonan IUPK baru kepada Menteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(5)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat menyatakan tidak berminat untuk mengusahakan mineral lain yang ditemukan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(6)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUPK yang tidak berminat untuk mengusahakan mineral lain yang ditemukan sebagaimana dimaksud pada ayat (4), wajib menjaga mineral lain tersebut agar tidak dimanfaatkan pihak lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(7)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUPK untuk mineral lain sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dapat diberikan kepada pihak lain oleh Menteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 75&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemberian IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74 ayat (1) dilakukan berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan kepada badan usaha yang berbadan hukum Indonesia , baik berupa badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, maupun badan usaha swasta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mendapat prioritas dalam mendapatkan IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Badan usaha swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk mendapatkan IUPK dilaksanakan dengan cara lelang WIUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 76&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) IUPK terdiri atas dua tahap:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;IUPK Eksplorasi meliputi kegiatan penyelidikan umum,      eksplorasi, dan studi kelayakan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;IUPK Operasi Produksi meliputi kegiatan konstruksi,      penambangan, pengolahan dan pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;(2) Pemegang IUPK Eksplorasi dan pemegang IUPK Operasi Produksi dapat melakukan sebagian atau seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara memperoleh IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 77&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap pemegang IUPK Eksplorasi dijamin untuk memperoleh IUPK Operasi Produksi sebagai kelanjutan kegiatan usaha pertambangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUPK Operasi Produksi dapat diberikan kepada badan usaha yang berbadan hukum Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (3) dan ayat (4) yang telah mempunyai data hasil kajian studi kelayakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 78&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;IUPK Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (1) huruf a sekurang-kurangnya wajib memuat:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;nama perusahaan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;luas dan lokasi wilayah;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;rencana umum tata ruang;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jaminan kesungguhan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;modal investasi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;perpanjangan waktu tahap kegiatan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;hak dan kewajiban pemegang IUPK;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jangka waktu tahap kegiatan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jenis usaha yang diberikan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;rencana pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;k.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;perpajakan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;l.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penyelesaian perselisihan masalah pertanahan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;m.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;iuran tetap dan iuran eksplorasi; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;n.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;amdal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 79&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;IUPK Operasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (1) huruf b sekurang-kurangnya wajib memuat:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;nama perusahaan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;luas wilayah;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;lokasi penambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;lokasi pengolahan dan pemurnian;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pengangkutan dan penjualan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;modal investasi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jangka waktu tahap kegiatan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penyelesaian masalah pertanahan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;lingkungan hidup, termasuk reklamasi dan pasca tambang ;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;dana jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;k.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jangka waktu berlakunya IUPK;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;l.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;perpanjangan IUPK;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;m.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;hak dan kewajiban;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;n.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;o.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;perpajakan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;p.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;iuran tetap dan iuran produksi serta bagian pendapatan negara/daerah, yang terdiri atas bagi hasil dari keuntungan bersih sejak berproduksi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;q.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penyelesaian perselisihan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;r.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;keselamatan dan kesehatan kerja;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;s.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;konservasi mineral atau batubara;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;t.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pemanfaatan barang, jasa, teknologi serta kemampuan rekayasa dan rancang bangun dalam negeri;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;u.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penerapan kaidah keekonomian dan keteknikan pertambangan yang baik;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;v.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pengembangan tenaga kerja Indonesia ;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;w.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pengelolaan data mineral atau batubara;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;x.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penguasaan, pengembangan dan penerapan teknologi pertambangan mineral atau batubara; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;y.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;divestasi saham.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 80&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;IUPK tidak dapat digunakan selain yang dimaksud dalam pemberian IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 81&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal kegiatan eksplorasi dan kegiatan studi kelayakan, pemegang IUPK Eksplorasi yang mendapatkan mineral logam atau batubara yang tergali wajib melaporkan kepada Menteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUPK Eksplorasi yang ingin menjual mineral logam atau batubara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mengajukan izin sementara untuk melakukan pengangkutan dan penjualan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Izin sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan oleh Menteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 82&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Mineral atau batubara yang tergali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dikenai iuran produksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 83&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Persyaratan luas wilayah dan jangka waktu sesuai dengan kelompok usaha pertambangan yang berlaku bagi pemegang IUPK meliputi:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan eksplorasi pertambangan mineral logam diberikan dengan luas paling banyak 100.000 (seratus ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan operasi produksi pertambangan mineral logam diberikan dengan luas paling banyak 25.000 (dua puluh lima ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan eksplorasi pertambangan batubara diberikan dengan luas paling banyak 50.000 ( lima  puluh ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan operasi produksi pertambangan batubara diberikan dengan luas paling banyak 15.000 ( lima  belas ribu) hektare.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jangka waktu IUPK Eksplorasi pertambangan mineral logam dapat diberikan paling lama 8 (delapan) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jangka waktu IUPK Eksplorasi pertambangan batubara dapat diberikan paling lama 7 (tujuh) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;jangka waktu IUPK Operasi Produksi mineral logam atau batubara dapat diberikan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 10 (sepuluh) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 84&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara memperoleh WIUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74 ayat (2) dan ayat (3), dan Pasal 75 ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XI&lt;br /&gt;PERSYARATAN PERIZINAN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 85&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemerintah berkewajiban mengumumkan rencana kegiatan usaha pertambangan di WIUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 serta memberikan IUPK Eksplorasi dan IUPK Operasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 kepada masyarakat secara terbuka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 86&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Badan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) yang melakukan kegiatan dalam WIUPK wajib memenuhi persyaratan administratif, persyaratan teknis, persyaratan lingkungan dan persyaratan finansial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan administratif, persyaratan teknis, persyaratan lingkungan, dan persyaratan finansial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XII&lt;br /&gt;DATA PERTAMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 87&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Untuk menunjang penyiapan WP dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertambangan, Menteri atau gubernur sesuai dengan kewenangannya dapat menugasi lembaga riset negara dan/atau daerah untuk melakukan penyelidikan dan penelitian tentang pertambangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 88&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Data yang diperoleh dari kegiatan usaha pertambangan merupakan data milik Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Data usaha pertambangan yang dimiliki pemerintah daerah wajib disampaikan kepada Pemerintah untuk pengelolaan data pertambangan tingkat nasional.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengelolaan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 89&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penugasan penyelidikan dan penelitian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 dan pengelolaan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XIII&lt;br /&gt;HAK DAN KEWAJIBAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Hak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 90&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP dan IUPK dapat melakukan sebagian atau seluruh tahapan usaha pertambangan, baik kegiatan eksplorasi maupun kegiatan operasi produksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 91&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP dan IUPK dapat memanfaatkan prasarana dan sarana umum untuk keperluan pertambangan setelah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 92&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP dan IUPK berhak memiliki mineral, termasuk mineral ikutannya, atau batubara yang telah diproduksi apabila telah memenuhi iuran eksplorasi atau iuran produksi, kecuali mineral ikutan radioaktif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 93&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP dan IUPK tidak boleh memindahkan IUP dan IUPK-nya kepada pihak lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk pengalihan kepemilikan dan/atau saham di bursa saham Indonesia  hanya dapat dilakukan setelah melakukan kegiatan eksplorasi tahapan tertentu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengalihan kepemilikan dan/atau saham sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan dengan syarat:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;harus memberi tahu kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 94&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP dan IUPK dijamin haknya untuk melakukan usaha pertambangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Kewajiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 95&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Pemegang IUP dan IUPK wajib:&lt;br /&gt;a. menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik;&lt;br /&gt;b. mengelola keuangan sesuai dengan sistem akuntansi Indonesia;&lt;br /&gt;c. meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan/atau batubara;&lt;br /&gt;d. melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat setempat; dan&lt;br /&gt;e. mematuhi batas toleransi daya dukung lingkungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 96&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, pemegang IUP dan IUPK wajib melaksanakan:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;keselamatan operasi pertambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan, termasuk kegiatan reklamasi dan pasca tambang ;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;upaya konservasi sumber daya mineral dan batubara;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pengelolaan sisa tambang dari suatu kegiatan usaha pertambangan dalam bentuk padat, cair, atau gas sampai memenuhi standar baku mutu lingkungan sebelum dilepas ke media lingkungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 97&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Pemegang IUP dan IUPK wajib menjamin penerapan standar dan baku  mutu lingkungan sesuai dengan karakteristik suatu daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 98&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Pemegang IUP dan IUPK wajib menjaga kelestarian fungsi dan daya dukung sumber daya air yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 99&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap pemegang IUP dan IUPK wajib menyerahkan rencana reklamasi dan rencana pasca tambang pada saat mengajukan permohonan IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pelaksanaan reklamasi dan kegiatan pasca tambang dilakukan sesuai dengan peruntukan lahan pasca tambang .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Peruntukan lahan pasca tambang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dicantumkan dalam perjanjian penggunaan tanah antara pemegang IUP atau IUPK dan pemegang hak atas tanah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 100&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP dan IUPK wajib menyediakan dana jaminan reklamasi dan dana jaminan pasca tambang .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dapat menetapkan pihak ketiga untuk melakukan reklamasi dan pasca tambang dengan dana jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberlakukan apabila pemegang IUP atau IUPK tidak melaksanakan reklamasi dan pasca tambang sesuai dengan rencana yang telah disetujui.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 101&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai reklamasi dan pasca tambang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 serta dana jaminan reklamasi dan dana jaminan pasca tambang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 102&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP dan IUPK wajib meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan/atau batubara dalam pelaksanaan penambangan, pengolahan dan pemurnian, serta pemanfaatan mineral dan batubara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 103&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP dan IUPK Operasi Produksi wajib melakukan pengolahan dan pemurnian hasil penambangan di dalam negeri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP dan IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengolah dan memurnikan hasil penambangan dari pemegang IUP dan IUPK lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai peningkatan nilai tambah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 serta pengolahan dan pemurnian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 104&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk pengolahan dan pemurnian, pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK Operasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 dapat melakukan kerja sama dengan badan usaha, koperasi, atau perseorangan yang telah mendapatkan IUP atau IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP yang didapat badan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah IUP Operasi Produksi Khusus untuk pengolahan dan pemurnian yang dikeluarkan oleh Menteri, gubernur, bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP dan IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang melakukan pengolahan dan pemurnian dari hasil penambangan yang tidak memiliki IUP, IPR, atau IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 105&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Badan usaha yang tidak bergerak pada usaha pertambangan yang bermaksud menjual mineral dan/atau batubara yang tergali wajib terlebih dahulu memiliki IUP Operasi Produksi untuk penjualan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat diberikan untuk 1 (satu) kali penjualan oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mineral atau batubara yang tergali dan akan dijual sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai iuran produksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 19.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib menyampaikan laporan hasil penjualan mineral dan/atau batubara yang tergali kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 106&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP dan IUPK harus mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja setempat, barang, dan jasa dalam negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 107&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Dalam melakukan kegiatan operasi produksi, badan usaha pemegang IUP dan IUPK wajib mengikutsertakan pengusaha lokal yang ada di daerah tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 108&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP dan IUPK wajib menyusun program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penyusunan program dan rencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikonsultasikan kepada Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 109&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 110&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP dan IUPK wajib menyerahkan seluruh data yang diperoleh dari hasil eksplorasi dan operasi produksi kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 111&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP dan IUPK wajib memberikan laporan tertulis secara berkala atas rencana kerja dan pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk, jenis, waktu, dan tata cara penyampaian laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 112&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setelah 5 (lima) tahun berproduksi, badan usaha pemegang IUP dan IUPK yang sahamnya dimiliki oleh asing wajib melakukan divestasi saham pada Pemerintah, pemerintah daerah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, atau badan usaha swasta nasional.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai divestasi saham sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XIV&lt;br /&gt;PENGHENTIAN SEMENTARA KEGIATAN&lt;br /&gt;IZIN USAHA PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 113&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penghentian sementara kegiatan usaha pertambangan dapat diberikan kepada pemegang IUP dan IUPK apabila terjadi:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;keadaan kahar;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;keadaan yang menghalangi sehingga menimbulkan      penghentian sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;apabila kondisi daya dukung lingkungan wilayah      tersebut tidak dapat menanggung beban kegiatan operasi produksi sumber      daya mineral dan/atau batubara yang dilakukan di wilayahnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penghentian sementara kegiatan usaha pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mengurangi masa berlaku IUP atau IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Permohonan penghentian sementara kegiatan usaha pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b disampaikan kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penghentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat dilakukan oleh inspektur tambang atau dilakukan berdasarkan permohonan masyarakat kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(5)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya wajib mengeluarkan keputusan tertulis diterima atau ditolak disertai alasannya atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak menerima permohonan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 114&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jangka waktu penghentian sementara karena keadaan kahar dan/atau keadaan yang menghalangi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) diberikan paling lama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang paling banyak 1 (satu) kali untuk 1 (satu) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apabila dalam kurun waktu sebelum habis masa penghentian sementara berakhir pemegang IUP dan IUPK sudah siap melakukan kegiatan operasinya, kegiatan dimaksud wajib dilaporkan kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya mencabut keputusan penghentian sementara setelah menerima laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 115&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apabila penghentian sementara kegiatan usaha pertambangan diberikan karena keadaan kahar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) huruf a, kewajiban pemegang IUP dan IUPK terhadap Pemerintah dan pemerintah daerah tidak berlaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apabila penghentian sementara kegiatan usaha pertambangan diberikan karena keadaan yang menghalangi kegiatan usaha pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) huruf b, kewajiban pemegang IUP dan IUPK terhadap Pemerintah dan pemerintah daerah tetap berlaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apabila penghentian sementara kegiatan usaha pertambangan diberikan karena kondisi daya dukung lingkungan wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) huruf c, kewajiban pemegang IUP dan IUPK terhadap Pemerintah dan pemerintah daerah tetap berlaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 116&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai penghentian sementara kegiatan usaha pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113, Pasal 114, dan Pasal 115 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XV&lt;br /&gt;BERAKHIRNYA IZIN USAHA PERTAMBANGAN DAN&lt;br /&gt;IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 117&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;IUP dan IUPK berakhir karena:&lt;br /&gt;a. dikembalikan;&lt;br /&gt;b. dicabut; atau&lt;br /&gt;c. habis masa berlakunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 118&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP atau IUPK dapat menyerahkan kembali IUP atau IUPK-nya dengan pernyataan tertulis kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dan disertai dengan alasan yang jelas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengembalian IUP atau IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan sah setelah disetujui oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dan setelah memenuhi kewajibannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 119&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;IUP atau IUPK dapat dicabut oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya apabila:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pemegang IUP atau IUPK tidak memenuhi kewajiban yang ditetapkan dalam IUP atau IUPK serta peraturan perundang-undangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pemegang IUP atau IUPK melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini; atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pemegang IUP atau IUPK dinyatakan pailit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 120&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Dalam hal jangka waktu yang ditentukan dalam IUP dan IUPK telah habis dan tidak diajukan permohonan peningkatan atau perpanjangan tahap kegiatan atau pengajuan permohonan tetapi tidak memenuhi persyaratan, IUP dan IUPK tersebut berakhir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 121&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP atau IUPK yang IUP-nya atau IUPK-nya berakhir karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117, Pasal 118, Pasal 119, dan Pasal 120 wajib memenuhi dan menyelesaikan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kewajiban pemegang IUP atau IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggap telah dipenuhi setelah mendapat persetujuan dari Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 122&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;IUP atau IUPK yang telah dikembalikan, dicabut, atau habis masa berlakunya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 dikembalikan kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;WIUP atau WIUPK yang IUP-nya atau IUPK-nya berakhir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditawarkan kepada badan usaha, koperasi, atau perseorangan melalui mekanisme sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 123&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Apabila IUP atau IUPK berakhir, pemegang IUP atau IUPK wajib menyerahkan seluruh data yang diperoleh dari hasil eksplorasi dan operasi produksi kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XVI&lt;br /&gt;USAHA JASA PERTAMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 124&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP atau IUPK wajib menggunakan perusahaan jasa pertambangan lokal dan/atau nasional.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal tidak terdapat perusahaan jasa pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pemegang IUP atau IUPK dapat menggunakan perusahaan jasa pertambangan lain yang berbadan hukum Indonesia .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jenis usaha jasa pertambangan meliputi:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt;"&gt;a. konsultasi, perencanaan, pelaksanaan, dan pengujian peralatan di bidang:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;1) penyelidikan umum;&lt;br /&gt;2) eksplorasi;&lt;br /&gt;3) studi kelayakan;&lt;br /&gt;4) konstruksi pertambangan;&lt;br /&gt;5) pengangkutan;&lt;br /&gt;6) lingkungan pertambangan;&lt;br /&gt;7) pasca tambang dan reklamasi; dan/atau&lt;br /&gt;8) keselamatan dan kesehatan kerja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt;"&gt;b. konsultasi, perencanaan, dan pengujian peralatan di bidang:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;1) penambangan; atau&lt;br /&gt;2) pengolahan dan pemurnian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 125&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal pemegang IUP atau IUPK menggunakan jasa pertambangan, tanggung jawab kegiatan usaha pertambangan tetap dibebankan kepada pemegang IUP atau IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pelaksana usaha jasa pertambangan dapat berupa badan usaha, koperasi, atau perseorangan sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi yang telah ditetapkan oleh Menteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pelaku usaha jasa pertambangan wajib mengutamakan kontraktor dan tenaga kerja lokal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 126&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP atau IUPK dilarang melibatkan anak perusahaan dan/atau afiliasinya dalam bidang usaha jasa pertambangan di wilayah usaha pertambangan yang diusahakannya, kecuali dengan izin Menteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemberian izin Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan apabila:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt;"&gt;a. tidak terdapat perusahaan jasa pertambangan sejenis di wilayah tersebut; atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt;"&gt;b. tidak ada perusahaan jasa pertambangan yang berminat/mampu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 127&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan usaha jasa pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124, Pasal 125, dan Pasal 126 diatur dengan peraturan menteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XVII&lt;br /&gt;PENDAPATAN NEGARA DAN DAERAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 128&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP atau IUPK wajib membayar pendapatan negara dan pendapatan daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pendapatan negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penerimaan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pajak-pajak yang menjadi kewenangan Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;bea masuk dan cukai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(4) Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt;"&gt;a. iuran tetap;&lt;br /&gt;b. iuran eksplorasi;&lt;br /&gt;c. iuran produksi; dan&lt;br /&gt;d. kompensasi data informasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(5) Pendapatan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;a. pajak daerah;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;b. retribusi daerah; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;c. pendapatan lain yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 129&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUPK Operasi Produksi untuk pertambangan mineral logam dan batubara wajib membayar sebesar 4% (empat persen) kepada Pemerintah dan 6% (enam persen) kepada pemerintah daerah dari keuntungan bersih sejak berproduksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bagian pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemerintah provinsi mendapat bagian sebesar 1% (satu      persen);&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemerintah kabupaten/kota penghasil mendapat bagian      sebesar 2,5% (dua koma lima       persen); dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemerintah kabupaten/kota lainnya dalam provinsi yang      sama mendapat bagian sebesar 2,5% (dua koma lima persen).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 130&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP atau IUPK tidak dikenai iuran produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (4) huruf c dan pajak daerah dan retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (5) atas tanah/batuan yang ikut tergali pada saat penambangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP atau IUPK dikenai iuran produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (4) huruf c atas pemanfaatan tanah/batuan yang ikut tergali pada saat penambangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 131&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Besarnya pajak dan penerimaan negara bukan pajak yang dipungut dari pemegang IUP, IPR, atau IUPK ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 132&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Besaran tarif iuran produksi ditetapkan berdasarkan tingkat pengusahaan, produksi, dan harga komoditas tambang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Besaran tarif iuran produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 133&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (4) merupakan pendapatan negara dan daerah yang pembagiannya ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penerimaan negara bukan pajak yang merupakan bagian daerah dibayar langsung ke kas daerah setiap 3 (tiga) bulan setelah disetor ke kas negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XVIII&lt;br /&gt;PENGGUNAAN TANAH UNTUK KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 134&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hak atas WIUP, WPR, atau WIUPK tidak meliputi hak atas tanah permukaan bumi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kegiatan usaha pertambangan tidak dapat dilaksanakan pada tempat yang dilarang untuk melakukan kegiatan usaha pertambangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kegiatan usaha pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilaksanakan setelah mendapat izin dari instansi Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 135&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi hanya dapat melaksanakan kegiatannya setelah mendapat persetujuan dari pemegang hak atas tanah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 136&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang IUP atau IUPK sebelum melakukan kegiatan operasi produksi wajib menyelesaikan hak atas tanah dengan pemegang hak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penyelesaian hak atas tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan atas tanah oleh pemegang IUP atau IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 137&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 dan Pasal 136 yang telah melaksanakan penyelesaian terhadap bidang-bidang tanah dapat diberikan hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 138&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Hak atas IUP, IPR, atau IUPK bukan merupakan pemilikan hak atas tanah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XIX&lt;br /&gt;PEMBINAAN, PENGAWASAN, DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Pembinaan dan Pengawasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 139&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan pengelolaan usaha pertambangan yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemberian pedoman dan standar pelaksanaan pengelolaan      usaha pertambangan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemberian bimbingan, supervisi, dan konsultasi;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pendidikan dan pelatihan; dan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;perencanaan, penelitian, pengembangan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan usaha pertambangan di bidang mineral dan batubara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri dapat melimpahkan kepada gubernur untuk melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan kewenangan pengelolaan di bidang usaha pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(5)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya bertanggung jawab melakukan pembinaan atas pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan yang dilakukan oleh pemegang IUP, IPR, atau IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 140&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pengelolaan usaha pertambangan yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri dapat melimpahkan kepada gubernur untuk melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan kewenangan pengelolaan di bidang usaha pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri, gubernur, dan bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan yang dilakukan oleh pemegang IUP, IPR, atau IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 141&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(1) Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140, antara lain, berupa:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;teknis pertambangan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemasaran;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;keuangan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengolahan data mineral dan batubara; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;konservasi sumber daya mineral dan batubara;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;keselamatan operasi pertambangan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengelolaan lingkungan hidup, reklamasi, dan pasca      tambang &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pemanfaatan barang, jasa, teknologi, dan kemampuan      rekayasa dan rancang bangun dalam negeri;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengembangan tenaga kerja teknis pertambangan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengembangan dan pemberdayaan masyarakat setempat;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;penguasaan, pengembangan, dan penerapan teknologi      pertambangan;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;kegiatan-kegiatan lain di bidang kegiatan usaha      pertambangan yang menyangkut kepentingan umum;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;pengelolaan IUP atau IUPK; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;jumlah, jenis, dan mutu hasil usaha pertambangan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, dan huruf l dilakukan oleh inspektur tambang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal pemerintah daerah provinsi atau pemerintah daerah kabupaten/kota belum mempunyai inspektur tambang, Menteri menugaskan inspektur tambang yang sudah diangkat untuk melaksanaan pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 142&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Gubernur dan bupati/walikota wajib melaporkan pelaksanaan usaha pertambangan di wilayahnya masing-masing sekurang-kurangnya sekali dalam 6 (enam) bulan kepada Menteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemerintah dapat memberi teguran kepada pemerintah daerah apabila dalam pelaksanaan kewenangannya tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 143&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bupati/walikota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap usaha pertambangan rakyat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan dan pengawasan pertambangan rakyat diatur dengan peraturan daerah kabupaten/kota.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 144&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai standar dan prosedur pembinaan serta pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139, Pasal 140, Pasal 141, Pasal 142 dan Pasal 143 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Perlindungan Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 145&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Masyarakat yang terkena dampak negatif langsung dari kegiatan usaha pertambangan berhak:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;memperoleh ganti rugi yang layak akibat kesalahan dalam pengusahaan kegiatan pertambangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;mengajukan gugatan kepada pengadilan terhadap kerugian akibat pengusahaan pertambangan yang menyalahi ketentuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan mengenai perlindungan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XX&lt;br /&gt;PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SERTA&lt;br /&gt;PENDIDIKAN DAN PELATIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Penelitian dan Pengembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 146&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemerintah dan pemerintah daerah wajib mendorong, melaksanakan, dan/atau memfasilitasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan mineral dan batubara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Pendidikan dan Pelatihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 147&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemerintah dan pemerintah daerah wajib mendorong, melaksanakan, dan/atau memfasilitasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pengusahaan mineral dan batubara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 148&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dapat dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XXI&lt;br /&gt;PENYIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 149&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Selain penyidik pejabat polisi Negara Republik Indonesia , pejabat pegawai negeri sipil yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang pertambangan diberi wewenang khusus sebagai penyidik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindak pidana dalam kegiatan usaha pertambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;melakukan pemeriksaan terhadap orang atau badan yang diduga melakukan tindak pidana dalam kegiatan usaha pertambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;memanggil dan/atau mendatangkan secara paksa orang untuk didengar dan diperiksa sebagai saksi atau tersangka dalam perkara tindak pidana kegiatan usaha pertambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;menggeledah tempat dan/atau sarana yang diduga digunakan untuk melakukan tindak pidana dalam kegiatan usaha pertambangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana kegiatan usaha pertambangan dan menghentikan penggunaan peralatan yang diduga digunakan untuk melakukan tindak pidana;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;menyegel dan/atau menyita alat kegiatan usaha pertambangan yang digunakan untuk melakukan tindak pidana sebagai alat bukti;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;mendatangkan dan/atau meminta bantuan tenaga ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara tindak pidana dalam kegiatan usaha pertambangan; dan/atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;menghentikan penyidikan perkara tindak pidana dalam kegiatan usaha pertambangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 150&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149 dapat menangkap pelaku tindak pidana dalam kegiatan usaha pertambangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulai penyidikan dan menyerahkan hasil penyidikannya kepada pejabat polisi negara Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menghentikan penyidikannya dalam hal tidak terdapat cukup bukti dan/atau peristiwanya bukan merupakan tindak pidana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XXII&lt;br /&gt;SANKSI ADMINISTRATIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 151&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya berhak memberikan sanksi administratif kepada pemegang IUP, IPR atau IUPK atas pelanggaran ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (3), Pasal 40 ayat (5), Pasal 41, Pasal 43, Pasal 70, Pasal 71 ayat (1), Pasal 74 ayat (4), Pasal 74 ayat (6), Pasal 81 ayat (1), Pasal 93 ayat (3), Pasal 95, Pasal 96, Pasal 97 Pasal 98, Pasal 99, Pasal 100, Pasal 102, Pasal 103, Pasal 105 ayat (3), Pasal 105 ayat (4), Pasal 107, Pasal 108 ayat (1), Pasal 110, Pasal 111 ayat (1), Pasal 112 ayat (1), Pasal 114 ayat (2), Pasal 115 ayat (2), Pasal 125 ayat (3), Pasal 126 ayat (1), Pasal 128 ayat (1), Pasal 129 ayat (1), atau Pasal 130 ayat (2).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;peringatan tertulis;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;penghentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan eksplorasi atau operasi produksi; dan/atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pencabutan IUP, IPR, atau IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 152&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Dalam hal pemerintah daerah tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151 dan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf j, Menteri dapat menghentikan sementara dan/atau mencabut IUP atau IPR sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 153&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Dalam hal pemerintah daerah berkeberatan terhadap penghentian sementara dan/atau pencabutan IUP dan IPR oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152, pemerintah daerah dapat mengajukan keberatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 154&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Setiap sengketa yang muncul dalam pelaksanaan IUP, IPR, atau IUPK diselesaikan melalui pengadilan dan arbitrase dalam negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 155&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Segala akibat hukum yang timbul karena penghentian sementara dan/atau pencabutan IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151 ayat (2) huruf b dan huruf c diselesaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 156&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151 dan Pasal 152 diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 157&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemerintah daerah yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) dikenai sanksi administratif berupa penarikan sementara kewenangan atas hak pengelolaan usaha pertambangan mineral dan batubara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XXIII&lt;br /&gt;KETENTUAN PIDANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 158&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 159&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang IUP, IPR atau IUPK yang dengan sengaja menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (1), Pasal 70 huruf e, Pasal 81 ayat (1), Pasal 105 ayat (4), Pasal 110, atau Pasal 111 ayat (1) dengan tidak benar atau menyampaikan keterangan palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 160&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap orang yang melakukan eksplorasi tanpa memiliki IUP atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 atau Pasal 74 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap orang yang mempunyai IUP Eksplorasi tetapi melakukan kegiatan operasi produksi dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 ( lima ) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 161&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 43 ayat (2), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1), Pasal 81 ayat (2), Pasal 103 ayat (2), Pasal 104 ayat (3), atau Pasal 105 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 162&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Setiap orang yang merintangi atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP atau IUPK yang telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 163&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam bab ini dilakukan oleh suatu badan hukum, selain pidana penjara dan denda terhadap pengurusnya, pidana yang dapat dijatuhkan terhadap badan hukum tersebut berupa pidana denda dengan pemberatan ditambah 1/3 (satu per tiga) kali dari ketentuan maksimum pidana denda yang dijatuhkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Selain pidana denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1), badan hukum dapat dijatuhi pidana tambahan berupa:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pencabutan izin usaha; dan/atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pencabutan status badan hukum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 164&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selain ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158, Pasal 159, Pasal 160, Pasal 161 dan Pasal 162 kepada pelaku tindak pidana dapat dikenai pidana tambahan berupa:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;perampasan barang yang digunakan dalam melakukan      tindak pidana;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;perampasan keuntungan yang diperoleh dari tindak      pidana; dan/atau&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;kewajiban membayar biaya yang timbul akibat tindak      pidana.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 165&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Setiap orang yang mengeluarkan IUP, IPR atau IUPK yang bertentangan dengan Undang-Undang ini dan menyalahgunakan kewenangannya diberi sanksi pidana paling lama 2 (dua) tahun penjara dan denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XXIV&lt;br /&gt;KETENTUAN LAIN-LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 166&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Setiap masalah yang timbul terhadap pelaksanaan IUP, IPR, atau IUPK yang berkaitan dengan dampak lingkungan diselesaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 167&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;WP dikelola oleh Menteri dalam suatu sistem informasi WP yang terintegrasi secara nasional untuk melakukan penyeragaman mengenai sistem koordinat dan peta dasar dalam penerbitan WUP, WIUP, WPR, WPN, WUPK, dan WIUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 168&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Untuk meningkatkan investasi di bidang pertambangan, Pemerintah dapat memberikan keringanan dan fasilitas perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan kecuali ditentukan lain dalam IUP atau IUPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XXV&lt;br /&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 169&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara yang telah ada sebelum berlakunya Undang-Undang ini tetap diberlakukan sampai jangka waktu berakhirnya kontrak/perjanjian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan yang tercantum dalam pasal kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara sebagaimana dimaksud pada huruf a disesuaikan selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan kecuali mengenai penerimaan negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengecualian terhadap penerimaan negara sebagaimana dimaksud pada huruf b adalah upaya peningkatan penerimaan negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 170&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pemegang kontrak karya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 yang sudah berproduksi wajib melakukan pemurnian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 ayat (1) selambat-lambatnya 5 (lima) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 171&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemegang kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 yang telah melakukan tahapan kegiatan eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, atau operasi produksi paling lambat 1 (satu) tahun sejak berlakunya Undang-Undang ini harus menyampaikan rencana kegiatan pada seluruh wilayah kontrak/perjanjian sampai dengan jangka waktu berakhirnya kontrak/perjanjian untuk mendapatkan persetujuan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak terpenuhi, luas wilayah pertambangan yang telah diberikan kepada pemegang kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara disesuaikan dengan Undang-Undang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 172&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Permohonan kontrak karya dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara yang telah diajukan kepada Menteri paling lambat 1 (satu) tahun sebelum berlakunya Undang-Undang ini dan sudah mendapatkan surat persetujuan prinsip atau surat izin penyelidikan pendahuluan tetap dihormati dan dapat diproses perizinannya tanpa melalui lelang berdasarkan Undang-Undang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;BAB XXVI&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 173&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2831) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua Peraturan Perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2831) dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 174&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini harus telah ditetapkan dalam waktu 1 (satu) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Pasal 175&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Disahkan di Jakarta&lt;br /&gt;pada tanggal 12 Januari 2009&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Diundangkan di Jakarta&lt;br /&gt;pada tanggal 12 Januari 2009&lt;br /&gt;MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDI MATTALATTA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8953879920093783590-8861973236880545960?l=kharisma-nusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/feeds/8861973236880545960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/2009/06/undang-undang-republik-indonesia-nomor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8953879920093783590/posts/default/8861973236880545960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8953879920093783590/posts/default/8861973236880545960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/2009/06/undang-undang-republik-indonesia-nomor.html' title='UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2009'/><author><name>WIWIT</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02398617887850361927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_jIqKj8_Jkoo/Slw7KYqiyXI/AAAAAAAAAHo/11-4b0S0Ups/S220/4905_1163046032963_1132226646_496805_7396926_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8953879920093783590.post-4882064751123287935</id><published>2008-12-31T22:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T22:07:34.325-08:00</updated><title type='text'>Penyemangat-Hidup</title><content type='html'>Disadur dari kalimat-kalimat Pak Mario Teguh dalam buku ONE MILLION SECOND CHANCES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kejernihan dalam menyikapi kegagalan adalah pemungkin yang penting untuk memaksimalkan pencapaian hak kita untuk berhasil, untuk mencapai kecemerlangan yang kita cita-citakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengenalan yang baik atas sifat-sifat kegagalan adalah penentu bagi ketepatan sikap dan tindakan-tindakan Anda pada setiap upaya ke-dua Anda. Maka, diskripsikanlah kegagalan dalam sifat-sifatnya yang asli.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kegagalan, adalah tanda tidak tepatnya arah. Dengannya,penyesuai an adalah nama perjalannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kegagalan, adalah tanda tidak cukup baiknya cara. Sehingga, peningkatan adalah nama pelatihannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kegagalan adalah sebetulnya tertundanya sebuah keberhasilan. Oleh karena itu, kesabaran adalah nama penantiannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kegagalan adalah tanda tidak cukupnya kekuatan. Itu sebabnya, kesungguhan adalah nama keharusannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kegagalan adalah tanda akan adanya jaminan kenberhasilan. Dan......... . iman, adalah nama dari keyakinannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka sadarilah, bahwa Anda dibedakan dari orang biasa dari cara Anda menyikapi kegagalan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian, bila Anda bersedia untuk melayani impian hati Anda dengan kecintaan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain, Anda tidak perlu ragu lagi meramalkan keberhasilan Anda. Dengannyaa, keberhasilan adalah hak yang pencapaiannya adalah sebuah kepastian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kalimat-kalimat indah Pak Mario yang terdapat dalam kata Pengantar buku "One Million 2nd Chances". Semoga dapat kita jadikan pedoman untuk mengevaluasi pencapaian kita sampai dengan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin bila kita menjadikannya pedoman dan kita kombinasikan dengan langkah-langkah orang-orang sukses, serta diiringi dengan do'a kepada Allah Yang Maha Memberi Rezeki, Allah Yang Maha Kaya, saya yakin kita akan mencapai yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tahun Baru Hijriah 1 Syawal 1430 H dan 1 Januari 2009.&lt;br /&gt;Semoga di tahun baru ini kita dapat mencapai prestasi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, walaupun krisis keuangan global sedang melanda dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih dan Salam super&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8953879920093783590-4882064751123287935?l=kharisma-nusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/feeds/4882064751123287935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/2008/12/penyemangat-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8953879920093783590/posts/default/4882064751123287935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8953879920093783590/posts/default/4882064751123287935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/2008/12/penyemangat-hidup.html' title='Penyemangat-Hidup'/><author><name>WIWIT</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02398617887850361927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_jIqKj8_Jkoo/Slw7KYqiyXI/AAAAAAAAAHo/11-4b0S0Ups/S220/4905_1163046032963_1132226646_496805_7396926_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8953879920093783590.post-599685281920468795</id><published>2008-12-30T18:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T18:43:49.602-08:00</updated><title type='text'>Batubara</title><content type='html'>DMO Batubara Ditunda 6 Bulan&lt;br /&gt;Abraham Lagaligo&lt;br /&gt;abraham@majalahtambang.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta – TAMBANG. Setelah molor cukup lama, kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batubara akhirnya batal diterapkan tahun ini. Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (Minerba Pabum), Bambang Setiawan mengatakan, penerapan kewajiban pemenuhan kebutuhan batubara di dalam negeri itu ditunda selama enam bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tunggu enam bulan lagi lah…, mudah-mudahan bisa selesai,” ujarnya saat menjawab pertanyaan wartawan dalam “Konferensi Pers Akhir Tahun Departemen ESDM”, Selasa, 30 Desember 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konferensi pers itu, Bambang menyampaikan kinerja Direktorat Minerba Pabum sepanjang 2008. Ketika sesi tanya jawab, seorang wartawan mempertanyakan kebijakan DMO batubara yang tak kunjung dilaksanakan. Saat itulah Bambang mengatakan, penerapan DMO batubara ditunda karena hendak diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semula akan diatur melalui Permen (Peraturan Menteri). Tapi kemudian dipandang perlu untuk ditetapkan dalam PP,” jelasnya di depan ratusan hadirin yang memadati ruangan lantai 10, kantor Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang menambahkan, ada 22 PP yang diamanatkan oleh Undang-Undang (UU) Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), yang baru disahkan 16 Desember 2008 lalu. Salah satunya tentang kewajiban pemenuhan pasokan mineral dan batubara untuk kebutuhan dalam negeri. “Nantinya PP DMO Batubara itu akan menjadi aturan teknis bagi UU Minerba,” ujar Bambang lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, patokan harga batubara untuk penjualan di dalam negeri pun telah disepakati. Yakni adanya batas atas dan batas bawah, yang ditetapkan setiap bulan. Bambang pun mengakui kalau saat ini harga batubara sedang dalam kondisi menurun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan DMO Batubara sendiri telah ditunggu banyak pihak. Baik produsen maupun konsumen batubara berharap, Permen ESDM tentang DMO Batubara segera disahkan agar ada rule yang jelas untuk penjualan komoditas itu di dalam negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada November 2008 lalu, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) pun menyatakan, pengusaha batubara telah siap melaksanakan kebijakan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Pembinaan Pengusahaan Minerba Departemen ESDM, Bambang Gatot Ariyono, juga pernah menjanjikan Permen DMO Batubara akan selesai pada Desember 2008. “Insya Allah Desember nanti Permen DMO Batubara disahkan, dan mulai 2009 sudah bisa diterapkan,” ujarnya pada Jumat, 7 November 2008 lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saat itu, Bambang Gatot mengatakan Permen tentang DMO Batubara sudah final dan berada di meje Menteri, tinggal ditandatangani. Namun tunggu punya tunggu, sampai akhir Desember 2008 Permen itu tak kunjung terbit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan kebijakan DMO Batubara sendiri sudah ditunggu oleh banyak kalangan terutama konsumen, sejak Agustus 2008. Hal ini guna mengamankan pasokan batubara di dalam negeri yang sering tidak terpenuhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat harganya bagus, batubara lebih banyak diekspor. Sampai-sampai pembangkit listrik PLN sering mati, karena kekurangan bahan bakar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8953879920093783590-599685281920468795?l=kharisma-nusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/feeds/599685281920468795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/2008/12/batubara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8953879920093783590/posts/default/599685281920468795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8953879920093783590/posts/default/599685281920468795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kharisma-nusantara.blogspot.com/2008/12/batubara.html' title='Batubara'/><author><name>WIWIT</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02398617887850361927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_jIqKj8_Jkoo/Slw7KYqiyXI/AAAAAAAAAHo/11-4b0S0Ups/S220/4905_1163046032963_1132226646_496805_7396926_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
